silent mouth :)
Selasa, 01 Januari 2013
Ketika Lelah dan Terjatuh
Badai itu berhembus kencang, goyahkan semua yang ada . Termasuk raga ini. Dia mampu menerjang tubuh ini terus menerus , terkadang berhenti terkadang mulai lagi. Rasanya nusuk dan sakit, hingga tubuh ini tak mampu lagi berdiri sempurna seperti dulu lagi. Tubuh ini dulu pernuh dengan senyuman dan tawa, bahagia sekali. Sampai tubuh ini benar-benar melupakan sakitnya yang dulu, badai itu datang dan merubah segalanya. Dia sesosok yang lembut , sampai tubuh ini bergantung sama badai tersebut. Tubuh ini sayang banget sama badai itu, tapi lama kelamaan badai itu berubah , ibaratnya badai itu diselimuti petir. Tubuh bersusah payah bertahan disamping badai, karna dia yakin dengan si badai dan karena dia sudah ketergantungan dengan si badai. Tapi, badai itu perlahan-lahan berubah menjadi awan nimbus dan banyak petir didalamnya. Petir yang ada di dalam badai itu menyambarkan sengatannya ke tubuh, tubuh terjatuh dan susah untuk bangun lagi. Tapi, tubuh berusaha untuk bangun perlahan-lahan dan bertahan menerima terpaan dari si badai. Tubuh yakin bahwa si badai itu tidak sejahat yang tubuh kira, dia yakin badai itu masih badai yang ada di dekat tubuh terus. Badai itu terus mengeluarkan awan nimbus dan petirnya ke si tubuh, tubuh pun mengeluarkan air dan keringat yang terus mengucur, terkadang dia menghapus air dan keringat itu tapi badai terus memberikan sengatannya , tubuh tidak mempedulikan air dan keringat yang keluar. Dia merasa , bukan sepenuhnya salah badai . Karna ini takdir Allah, tubuh yakin hal itu. Allah maha adil .
Langganan:
Postingan (Atom)